Rokok, Kopi dan Mie Instans Kolaborasi Indah atau Maut ?

Terus terang saja setelah 10 tahun lebih berhasil mandeg (baca : berhenti) merokok, semenjak tahun 2021 hingga saat ini kembali tembakau berbagai jenis, cengkeh dan racikan lainnya yang terbungus  sigaret kubakar dan kuhisap hingga saat dikeluarkan asapnya mak bull (bahasa setempat merasakan nikmatnya merokok). Tapi saestu, ampun terprofokasi dengan tulisan ini lantaran sengaja tak tulis lantaran ingin kembali bisa segera mandeg tuk bener-bener hidup sehat tanpa nglisis ngempakke lan ngisep rokok beragam jenis lan merk.


Walah...ra ngerokok kisanak ? mandeg temenan ?, yang jelas niat lan nawaitune komengkono, pun saestu uabot temenan, angil, tapi karep bisa mandeg. Babagan ora ngerokok ora terus awakku sengit lan ora seneng karo sakpodo (baca: sesama) yang masih hidup dan bercengkerama dengan tembakau, cengkeh, garet juga racikan lainnya tersebut rokok. Berusaha lebih baik pun tak anggap para penikmat rokok tak baik, tapi personal utawi pribadiku yang tak harapkan bisa lebih baik saja.

Ngebahas rokok mungkin tak sesederhana yang seringkali disampaikan para ahli dibidang kesehatan, atau mereka yang beolum pernak sama sekali merokok. Apalagi ketika dikaitkan dengan agama, lebih-lebih bahasannya menjadi kian spesifik. Namun di tulisan ini saya akan lebih berfokus membahas ihwal rokok, kopi dan mie instan lantaran hal tersebut seakan teman akrab, bisa juga dibilang sedulur kenthel tumbu oleh tutup. Disatu sisi menjadi kolaborasi indah, partnerhip yang gandem, tapi dilain sisi menjadi kolaborasi maut yang mana satu dengan lainnya mampu memicu dan sebabkan ragam hal negatif terkait kesehatan. Dari sinilah saya keinget dua orang yang mungkin telah familier di sosial media dan televisi, pertama dr. Tirta, yang sosoknya kerap terlihat semenjak covid-19 muncul dan yang kedua beliau Dr. Siti Fadillah Supari mantan Menteri Kesehatan RI, salah satu Menteri Perempuan yang saya salud dengan kiprahnya.

Rokok, Kopi dan Mie Instan Menurut dr. Tirta

Sebagai mantan penikmat rokok yang mampu mandeg tahun 2023 dengan alasan yang unik, beliau menjelaskan  bahwasanya Rokok adalah salah satu penyebab utama penyakit menular dan tidak menular di dunia. Dr. Tirta sering menekankan bahwa rokok dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk kanker paru, penyakit jantung, dan gangguan pernapasan. Selain itu, rokok juga berdampak negatif pada orang di sekitar kita melalui asap rokok pasif. Oleh karena itu, berhenti merokok adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan diri dan orang-orang di sekitar kita.

Kopi adalah minuman yang sangat populer di seluruh dunia, tetapi konsumsinya perlu diawasi. Dr. Tirta menjelaskan bahwa kopi memiliki beberapa manfaat, seperti meningkatkan kewaspadaan dan meningkatkan energi. Namun, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan kecemasan, gangguan tidur, dan peningkatan kadar kolesterol. Oleh karena itu, penting untuk menikmati kopi dengan bijaksana dan tidak terlalu banyak.

Mie instan adalah makanan yang praktis dan mudah disiapkan, tetapi sering kali mengandung gula, garam, dan lemak yang tinggi. Dr. Tirta menyarankan untuk mengurangi konsumsi mie instan dan menggantinya dengan makanan sehat seperti sayuran, buah-buahan, dan protein berkualitas. Makanan sehat ini dapat membantu menjaga kesehatan tubuh dan mencegah berbagai penyakit. Nah, melalui kanal Youtube-nya, ihwal Mie instans dibahas dengan apik oleh beliau.

Pandangan Dr. Siti Fadillah Supari

Dr. Siti Fadillah Supari, mantan Menteri Kesehatan Indonesia, juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan dengan menghindari kebiasaan yang tidak sehat. Meskipun tidak secara khusus membahas rokok, kopi, dan mie instan, pandangan umumnya tentang gaya hidup sehat sangat relevan. Ia menekankan pentingnya pemeriksaan rutin dan deteksi dini penyakit untuk menjaga kesehatan.

Berhenti, Langkah Awal yang Penting

Menghentikan kebiasaan merokok adalah langkah awal yang sangat penting untuk memperbaiki kesehatan. Menurut Dr. Tirta, berhenti merokok bukan hanya mengurangi risiko terkena penyakit serius, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Proses ini memang tidak mudah, namun dengan tekad dan dukungan yang kuat, hal ini dapat dicapai.

Bijak Konsumsi dan Memilih Makanan Sehat

Mengatur konsumsi kopi juga penting untuk menjaga kesehatan. Dr. Tirta menyarankan untuk membatasi konsumsi kopi maksimal 2-3 cangkir per hari dan memilih kopi tanpa tambahan gula atau krim. Selain itu, menggantikan mie instan dengan makanan yang lebih sehat adalah langkah bijaksana untuk menjaga nutrisi dan kesehatan tubuh.

Pendidikan dan Kesadaran Kesehatan

Pentingnya Edukasi Kesehatan Untuk mewujudkan gaya hidup sehat, pendidikan dan kesadaran akan kesehatan harus ditingkatkan. Menurut Dr. Tirta dan Dr. Siti Fadillah, masyarakat perlu lebih banyak informasi mengenai bahaya rokok, kopi berlebihan, dan mie instan. Pendidikan kesehatan harus dimulai sejak dini dan dijadikan bagian dari kurikulum di sekolah-sekolah.

Selain pendidikan, akses ke layanan kesehatan yang memadai juga sangat penting. Dr. Siti Fadillah menekankan bahwa masyarakat harus memiliki akses yang mudah ke fasilitas kesehatan untuk melakukan pemeriksaan rutin dan mendapatkan perawatan yang diperlukan. Ini termasuk akses terhadap informasi dan program-program kesehatan dari pemerintah dan lembaga terkait.

Notes : 

Dalam menjaga kesehatan, penting untuk memahami bahaya dari rokok, konsumsi kopi yang berlebihan, dan makanan cepat saji seperti mie instan. Dengan mengikuti saran-saran Dr. Tirta dan Dr. Siti Fadillah Supari, kita dapat hidup lebih sehat dan bahagia. Jangan lupa untuk selalu memilih gaya hidup yang sehat dan seimbang, serta terus meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan.


Dr. Tirta adalah seorang dokter yang dikenal sebagai aktivis kesehatan dan sering membagikan informasi kesehatan melalui media sosial dan video YouTube. Ia fokus pada kampanye kesehatan publik dan pencegahan penyakit.

Dr. Siti Fadillah Supari adalah mantan Menteri Kesehatan Indonesia yang menjabat dari 2004 hingga 2009. Ia dikenal karena upayanya dalam meningkatkan sistem kesehatan di Indonesia dan perannya dalam mempromosikan gaya hidup sehat.

-----

Artikel : Awan Radio | YD2BVJ, diselesaikan pada hari Kamis, 28 November 2024 disepertiga malam akhir.

Share:

Posting Komentar

Gunakan format [video]youtube-or-vimeo-video-link[/video] jika ingin berkomentar disertai youtube video.
Atau silakan gunakan format [img]image-link[/img] jika ingin berkomentar disertai gambar.

Copyright © Awan Radio ᵀᴹ. Theme by. ODDTHEMES