Hasad memiliki dua pengertian yang berbeda. Menurut jumhur, sebagaimana disebutkan oleh Syaikh Musthafa Al-‘Adawi, hasad adalah keinginan untuk melihat nikmat yang ada pada orang lain hilang. Sementara itu, Ibnu Taimiyah rahimahullah mendefinisikan hasad sebagai kebencian dan ketidaksukaan terhadap kebaikan yang dimiliki oleh orang lain.
Hasad adalah sifat yang buruk karena mencerminkan ketidakpuasan terhadap takdir Allah dan pembagian karunia-Nya. Sifat ini bisa muncul akibat cinta dunia yang berlebihan, takut disaingi, takut diejek, serta lemahnya iman. Orang yang hasad tidak senang melihat orang lain mendapatkan kebaikan dan bahkan merasa gembira ketika orang lain mengalami kesulitan. Dampak buruk dari hasad sendiri sangat banyak yang mana sebetulnya telah banyak kita jumpai dan mungkin juga pernah kita rasakan, dimana beberapa diantaranya adalah:
1. Menentang takdir Allah.
2. Mirip dengan orang musyrik yang bersedih saat ada yang memperoleh kebaikan dan bergembira saat ada yang mendapat musibah.
3. Menjadi bala tentara setan.
4. Memecah belah kaum muslimin.
5. Kebaikan orang yang hasad akan hilang.
6. Orang yang hasad akan terus merasa sedih.
7. Orang yang hasad sebenarnya menginginkan bencana untuk dirinya sendiri.
8. Menyebabkan turunnya musibah karena dosa.
9. Tidak disukai oleh manusia.
MENGATASI HASAD
Untuk mengatasi hasad, penting untuk menyadari dampak buruknya baik di dunia maupun di akhirat. Syaikh Musthafa Al-‘Adawi mengatakan bahwa orang yang didengki akan mendapatkan kebaikan dari orang yang hasad, karena kebaikan orang yang hasad akan diambil dan diberikan kepada orang yang dihasadi.
Selain itu, kita juga dianjurkan untuk selalu bersyukur dengan yang sedikit. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan bahwa siapa yang tidak bersyukur dengan yang sedikit, maka tidak akan mampu bersyukur dengan yang banyak. Selalu memandang orang yang di bawah kita dalam urusan dunia juga membantu kita untuk lebih menghargai nikmat Allah.
Mendoakan kebaikan bagi orang yang mendapatkan nikmat juga dianjurkan, karena doa tersebut akan kembali kepada kita. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa doa seorang muslim kepada saudaranya tanpa diketahui saudaranya adalah doa yang mustajab.
Terakhir, salah satu kiat untuk menghilangkan hasad adalah melakukan hal yang bertolak belakang dengan niat hasad kita. Misalnya, jika kita merasa tidak suka kepada seseorang karena memiliki barang baru, maka kita bisa memberikan hadiah kepadanya atau minimal mendoakannya agar kita terbebas dari hasad.
-----
Artikel : Awan Radio | YD2BVJ diselesaikan pada hari Rabu, 27 November 2024 jelang coblosan Pilkada serentak di Magelang dan sekitarnya.

Posting Komentar
Gunakan format [video]youtube-or-vimeo-video-link[/video] jika ingin berkomentar disertai youtube video.
Atau silakan gunakan format [img]image-link[/img] jika ingin berkomentar disertai gambar.