Sore ini (18/11) tetiba saya tertarik membaca salah satu konten artikel Antara News yang membahas terkait Pneumonia. Rujukan ihwal penyakit ini, dijelaskan UNICEF/WHO pada tahun 2006, pneumonia atau radang paru-paru adalah sakit yang terbentuk dari infeksi akut dari daerah saluran pernapasan bagian bawah secara spesifik memengaruhi paru-paru dan menyebabkan area tersebut dipenuhi dengan cairan, lendir atau nanah. Kondisi ini bisa membuat pasien mengalami sulit bernapas.
![]() |
| Prof.Dr.dr. Hartono Gunardi Sp.A(K) dalam diskusi Cegah Pneumonia | Image © Antara News |
Pneumonia adalah peradangan pada kantung udara di paru-paru akibat infeksi bakteri, virus, atau jamur. Pneumonia lebih rentan menyerang anak kecil, orang lanjut usia, dan mereka yang memiliki kondisi medis tertentu.
Adapun cara salah satu tanda anak terinfeksi pneumonia atau radang paru dengan menghitung gejala nafas cepat. Prof. Dr. dr. Hartono Gunardi Sp.A(K) selaku Ketua Divisi Tumbuh Kembang Pediatri Sosial Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM menuturkan,
Kalau mau menentukan pada bayi ada periodic breathing (nafas periodik), jadi kita harus hitung satu menit, kurang dari dua bulan (frekuensi nafas) 60 kali per menit, kalau dua bulan sampai 12 bulan 50 kali per menit, satu tahun sampai lima tahun 40 kali per menit, di atas lima tahun 30 kali per menit,” jelasnya dalam diskusi Cegah Pneumonia Menuju Indonesia Emas 2045 di Jakarta, Senin.
Dijelaskannya, bahwa menghitung nafas pada anak terutama bayi di bawah dua tahun harus betul-betul diperhatikan karena sifatnya yang bfluktuasi atau bervariasi. Dalam memperhatikan nafas juga perlu diperhatikan tarikan dinding dada yang tidak biasa yang menandakan anak mengalami sesak nafas. Selainnya deman disertai batuk juga menjadi tanda lainnya.
Karenanya saat ini para orang tua perlu memahami akan pentingnya nutrisi yang baik dan seimbang, terutama pada anak baru lahir ASI menjadi prioritas asupan terbaik bagi bayi, yang juga akan meningkatkan sistem imun kekebalan tubuhnya secara alami.
Bebarengan dengan hal tersebut menjaga kebersihan diri baik tubuh, pakaian, wadah makanan dan atau minuman juga penting lantaran hal ini dapat mencegah serta membuat bayi terhindar dari infeksi. Dan perlu diperhatikan juga bagaimana sirkulasi udara yang baik di rumah kita, lantaran masih banyak di Indonesia sebagaimana di Magelang tempat kutinggal saat ini yang beraga di Potrobangsan, Magelang Utara dimana pemukiman berhimpitan, hingga sirkulasi udara disepelekan.
Upaya prefentif, sebut saja demikian sebagai salah satu langkah nyata agar pneumonia tak sampai terkena, menginfeksi dan sebabkan keluarga kita sakit.
-----
Artikel : AWANotes, siselesaikan ba'da ashar pada hari Senin, 18 November 2024.
%20dalam%20diskusi%20Cegah%20Pneumonia%20Menuju%20Indonesia%20Emas%202045.webp)
Posting Komentar
Gunakan format [video]youtube-or-vimeo-video-link[/video] jika ingin berkomentar disertai youtube video.
Atau silakan gunakan format [img]image-link[/img] jika ingin berkomentar disertai gambar.