Pakai Antena Berapa Lambda Kisanak ?

Sampai dengan saat ini sebetulnya saya masih penasaran dengan polarisasi antena terbaik yang pas dan tepat dipakai disemua bandplan, terutama untuk pita frekuensi VHF alias 2 meteran.


Pewajahan simulasi antena melalui Software MMANA-GAL sebagai pemanis sadja.


Memang banyak sumber referensi yang bisa kita baca atau dengarkan melalui Youtube channel yang membahas ihwal antena, polarisasi dan gain.

Pun demikian setelah saya membaca sebuat situs  online dengan alamat https://3g-aerial.biz/ agaknya masuk akal juga bahwasanya semua antena sebetulnya bagus dan punya keunggulan masing-masing ketika tepat pemilihan, setingan dan penempatan.

Selain membantu dalam perhitungan optimalisasi antena agar sesuai dengan frekuensi kerja, dalam bahasan postingan artikel dengan judul "5/8-wavelength GP vertical antenna calculator" dijelaskan bahwa, "kalkulator kami, pertama-tama, hanya dapat digunakan untuk estimasi kasar sebagai dasar untuk membuat model dan optimasi lebih lanjut dalam simulator elektromagnetik. Dan kedua, Anda juga harus mempertimbangkan kelayakan pembuatan antena ini. 

Apakah antena 5/8 merupakan yang terbaik ? tentunya banyak perbedaan pendapat. jikapun hal ini benar pastinya semua band akan menggunakannya.

Yang jelas ada stereotip yang seringkali kita dengan bahwa antena vertikal 5/8 λ memiliki efisiensi tertinggi ke arah cakrawala, sejajar dengan tanah. Tapi itu tidak benar. 

Kita tilik kebelakang, Antena lima per delapan lambda usulkan pertama kali pada tahun 1924 oleh ilmuwan Amerika bernama S. Ballantyne sebagai antena pemancar untuk stasiun radio gelombang menengah. 

Sebut saja mas Ball membuktikan bahwa untuk antena seperti itu yang ditempatkan di atas tanah ideal dengan titik umpan di permukaan tanah dan dengan asumsi distribusi arus sinusoidal, radiasi gelombang tanah akan maksimum pada panjang listrik antena sekitar 225°, atau 5/8 dari panjang gelombang. 

Ihwal hal ini dijelaskan dengan baik oleh grafik berikut:


Polarisasi Antena 3/4, 1/4, 1/2 dan 5/8 lambda | Image bersumber : 3g-aerial.biz


Dari gambar diatas kita melihat bahwa antena gelombang 5/8 memiliki gain sekitar 3 dB lebih banyak dibandingkan dengan antena gelombang 1/4. 

Akan tetapi kita tidak boleh lupa bahwa panjang gelombang pada rentang gelombang menengah adalah ratusan meter, dan pemilihan ketinggian optimal tiang vertikal juga memiliki makna ekonomi. 

Komponen reaktansi kapasitif dari impedansi masukan antena 5/8 λ cukup dikompensasi oleh reaktansi induktor yang terhubung secara seri. Lantas apa yang terjadi selanjutnya ? Saya sendiri menjawabnya dengan wallohu Ta'ala a'lam...

Image bersumber : 3g-aerial.biz

Namun kini banyak orang mengetahui bahwasanya antena lima-per-delapan adalah yang paling efektif untuk komunikasi. Melalui software  Mmana-Gal juga kita bisa lihat bagaimana pattern polarisasi juga gain-nya. Akan tetapi jika sempat memang sebaiknya lakukanlah uji dan coba sendiri. Tentunya dengan catatan ; pada lokasi yang sama, ketinggian yang sama, diwaktu dan kondisi yang sama pula. Titik umpan pun kita berikan pada titik umpan yang sama,kemudian kita beri juga di titik umpan yang berbeda.

Gimana kisanak ? Mumet ? koyone yo gur podo nek kudu njajal njlimet sidji-sidji...pun teko sak manteb'e mawon ajeng mbeto antena jenis apa, berapa lambda itu pilihan. Dan bagiku semua antena bagus jika tepat pemilihan, tepat setingan dan penempatan.

-----

Artikel : YD2BVJ

Diselesaikan pada 1/3 malam akhir di belakang kampus Universitas Tidar Magelang sebelah Utara Makam Nglarangan, Magelang Utara.


Share:

Posting Komentar

Gunakan format [video]youtube-or-vimeo-video-link[/video] jika ingin berkomentar disertai youtube video.
Atau silakan gunakan format [img]image-link[/img] jika ingin berkomentar disertai gambar.

Copyright © Awan Radio ᵀᴹ. Theme by. ODDTHEMES